2/28/2009

Smart Phone Besutan Accer

ACER tampil eksplosif dengan empat model smartphone sekaligus. Aliansi Garmin-Asus lebih low-profile dengan satu model perdana. Sementara Dell masih merahasiakan rapat-rapat smartphone yang sedang dikembangkannya.

Pasar smartphone global pada tahun ini akan semakin meriah. Sejumlah produsen teknologi kelas dunia sudah membulatkan tekad terjun ke pasar yang bertumbuh pesat tersebut. Mereka antara lain produsen PC (personal computer) terbesar ketiga dunia Acer Inc dan produsen alat navigasi GPS terbesar dunia Garmin Ltd yang beraliansi dengan produsen motherboard terbesar dunia ASUSTeK Computer Inc (Asus).

Tidak mengherankan para produsen teknologi tersebut tergiur menerjuni pasar smartphone. Firma riset International Data Corp (IDC) mengungkapkan, smartphone merupakan salah satu subsegmen dalam industri ponsel. Namun, saat penjualan ponsel global melemah akibat krisis, penjualan smartphone terus meningkat.
IDC menjelaskan, pada 2008 penjualan ponsel global hanya bertumbuh 3,5% per tahun. Namun, pada saat yang sama, penjualan smartphone global bertumbuh 22,5% per tahun. IDC meyakini, pertumbuhan pesat itu akan terus berlanjut. Perkiraan pertumbuhan penjualan smartphone global dari IDC untuk 2009 adalah antara 10% hingga 20%.

"Para pendatang baru ini tampak serius. Mereka tidak hanya memperkenalkan satu atau dua model, tetapi benar-benar bekerja keras untuk menjajaki pertarungan di pasar ini," ujar analis IDC Francisco Jeronimo kepada Reuters. Di antara para pendatang baru itu, produsen paling ambisius adalah Acer.

Mengawali kiprahnya di industri smartphone, Acer memperkenalkan empat jenis smartphone sekaligus, yaitu Acer M900, Acer F900, Acer X960, dan Acer DX900. Seluruh smartphone Acer itu menggunakan sistem operasi Windows Mobile produksi Microsoft Corp. Acer memang mengaku tidak main-main dalam terjun ke industri smartphone.

Selama ini, dengan notebook dan netbook, Acer telah menyajikan komputasi bergerak kepada sekitar 20 juta konsumen di lebih dari 100 negara di dunia. "Pasar smartphone adalah arah alamiah dari strategi komputasi bergerak jangka panjang kami. Ambisi kami adalah menyajikan solusi komputasi bergerak yang tidak dapat ditolak oleh para pengguna ponsel," ujar President & Chief Executive Officer Acer Inc Gianfranco Lanci.

Lanci mengungkapkan, modal utama Acer untuk sukses di pasar smartphone adalah pengalaman. Berdiri sejak 1976, selama ini Acer membangun produk-produk berdasarkan umpan-balik dari pelanggan. Dengan kemampuan mendengar pasar, Acer yakin mampu mengantisipasi tuntutan pasar.

"Kami bukan penonton dalam kehidupan konsumen. Kami adalah peserta aktif dalam hasrat dan pilihan mereka. Pendekatan proaktif Acer dalam mendengar dan merespons akan membawa kita memasuki dimensi baru, di mana penghalang antara manusia dan teknologi semakin pudar," tutur Lanci.

Dengan terjun ke industri smartphone, Acer yakin akan mampu meningkatkan pertumbuhan pendapatan. Kendati pemain di pasar smartphone pada saat ini sudah cukup banyak, Acer meyakini, peluang pasar itu masih terbuka lebar. Acer mengungkapkan, dunia saat ini memiliki sekitar 4 miliar pelanggan layanan seluler.

Pada setiap tahun, penjualan smartphone global mencapai sekitar 200 juta unit. Hingga tiga hingga lima tahun mendatang, menurut Acer, penjualan smartphone global akan bertumbuh rata-rata 15% per tahun. Dalam penilaian Acer, peluang itu tidak boleh disiasiakan. Acer menegaskan, pada saat ini konsumen kerap tampak bingung dan bahkan frustrasi dalam menggunakan teknologi smartphone.

Dengan kehadiran smartphone Acer, konsumen diharapkan tidak akan lagi kesulitan mengoperasikan smartphone. "Suatu saat kelak, kinerja, keandalan, dan kemudahan pengoperasian tidak akan lagi menjadi isu karena konsumen bisa menggunakan teknologi tanpa harus berpikir. Kami mendorong evolusi ini dengan menyederhanakan interaksi produk-produk teknologi," papar Lanci.

Aliansi Garmin-Asus

Berbeda daripada Acer yang tampil eksplosif saat terjun ke industri smartphone, aliansi Garmin, dan Asus hadir secara lebih lowprofile. Mengawali kiprahnya dalam industri smartphone, Garmin dan Asus hanya memperkenalkan satu model, yakni smartphone Garmin-Asus nuvifone M20.

Namun, jangan anggap sepele kehadiran aliansi ini. Sebab, aliansi Garmin-Asus merupakan koalisi dua raksasa. Sekadar catatan, Garmin berdiri pada 1989 sebagai produsen alat navigasi GPS. Produk-produk GPS Garmin berkisar dari produk navigasi untuk kapal laut, pesawat terbang, kendaraan bermotor, hingga alat navigasi GPS genggam alias PND (personal navigation device).

Dalam beberapa tahun terakhir, Garmin pun terus memimpin pasar alat navigasi GPS. Para pesaing Garmin di pasar alat navigasi GPS seperti TomTom NV dan Mio Technology Corp hingga saat ini hanya bisa membuntuti. Garmin pun tidak main-main dalam terjun ke industri smartphone.

Sebab, alat-alat navigasi GPS fungsi tunggal kini semakin terdesak. Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan alat navigasi GPS terus melemah karena dikanibal oleh ponsel-ponsel yang berfitur GPS. Para analis menilai, para produsen alat navigasi GPS fungsi tunggal hanya akan bisa selamat apabila menanam teknologi GPS mereka ke dalam smartphone.

Dibandingkan TomTom dan Mio, Garmin memang terlambat memproduksi smartphone. Namun, keberhasilan Garmin menjalin kerja sama dengan Asus melambungkan daya saing Garmin. Sebab, Asus dikenal sebagai produsen teknologi inovatif, berkat kekuatan laboratorium R&D (penelitian dan pengembangan) yang dimilikinya. Sebelum 2007, pengguna komputer hanya mengenal Asus sebagai produsen komponen seperti motherboard.

Pada saat itu, Asus sesungguhnya sudah memasarkan notebook. Namun, notebook Asus tidak populer karena Asus hanya membidik segmen atas. Pada akhir 2007, pamor Asus di industri PC melonjak berkat kehadiran Eee PC. Notebook mini dari Asus itu, bahkan menciptakan subsegmen baru dalam industri PC, yaitu netbook.

Saat ini, hampir seluruh produsen PC di dunia mengekor Asus dengan memasarkan netbook masing-masing. Dalam tempo satu tahun terakhir, Asus pun sangat agresif merilis varian-varian baru Eee PC. Tampak banyak koar, hingga saat ini Asus telah merilis 22 jenis varian Eee PC. Mulai netbook berlayar 7 inci Eee PC 2G Surf hingga netbook berlayar 10 inci Eee PC 1000HE, yang baterainya mampu beroperasi hingga 9,5 jam tanpa harus diisi ulang.

Koalisi Garmin-Asus layak mencemaskan para produsen smartphone lain karena Asus diperkirakan akan menerapkan strategi agresif ala Eee PC pada bisnis smartphone. Artinya, saat ini koalisi Garmin-Asus memang baru memperkenalkan satu jenis smartphone. Namun, dalam satu tahun mendatang, bukan tidak mungkin aliansi ini sudah mampu merilis belasan jenis smartphone.

Produsen teknologi lain yang diperkirakan segera terjun ke industri smartphone adalah produsen PC terbesar kedua dunia Dell Inc. Hingga saat ini Dell memang belum memperkenalkan smartphone-nya. Namun, Dell dikabarkan sedang mengembangkan smartphone ambisius.

Berbeda daripada Acer dan aliansi Garmin-Asus yang memproduksi smartphone bersistem operasi Windows Mobile, Dell dikabarkan sedang mengembangkan smartphone bersistem operasi Android, produksi Google Inc. Smartphone Android dari Dell itu kabarnya ditujukan untuk menantang iPhone, produksi Apple Inc. Dell memang merahasiakan rapat-rapat rencananya untuk memproduksi smartphone.

Namun, proyek smartphone Dell mulai tercium ketika Dell merekrut seorang mantan eksekutif Motorola Inc, yaitu Ron Garriques. Di Motorola, Garriques merupakan bos tertinggi di divisi bisnis ponsel. Pada saat ini, pasar smartphone global masih didominasi Nokia Corp. Produsen smartphone terbesar kedua dunia adalah Research In Motion(RIM) Ltd, yang sukses dengan BlackBerry.

Adapun produsen smartphone terbesar ketiga dunia adalah Apple, yang berjaya dengan iPhone. Di samping harus menghadapi ketiga raksasa smartphone itu, Acer dan Garmin-Asus juga harus melawan para pemain lama seperti HTC Corp dan Palm Inc di industri smartphone global. HTC dikenal sebagai produsen smartphone Windows Mobile terbesar dunia. Sementara Palm diketahui memiliki pelanggan fanatik yang enggan berpindah ke produk non-Palm
Sumber : okezone.com

loading...